Total Tayangan Laman

Selasa, 14 Mei 2013

Makalah Pre Eklampsia


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Wanita hamil dikatakan mempunyai atau menderita hipertensi esensial jika tekanan darah pada awal kehamilannya mencapai 140/90 mmHg.
 Yang membedakannya dengan preeklamsia yaitu factor-faktor hipertensi esensial muncul pada awal kehamilan kurang dari 20 minggu, jauh sebelum terjadi preeklamsia, serta tidak terdapat edema atau proteinuria.
Hipertensi biasanya timbul lebih dahulu dari pada tanda-tanda lain untuk menegakkan daignosa pre-eklampsia, kenaikan tekanan sistolik harus 30 mmHg atau lebih di atas tekanan yang biasa ditemukan, sekitar 140 mmHg atau lebih. Tekanan distolik naik dengan 15 mmHg atau lebih menjadi 90 mmHg atau lebih, maka diagnosis hipertensi dapat dibuat.
Penentuan tekanan darah dilakukan minimal 2 kali dengan jarak waktu 6 jam pada keadaan istirahat. Perlu ditegankan bahwa sindroma pre-eklampsia dengan adanya tanda hipertensi, edema, dan proteinuria. (Wiknjosastro, 2007:287)
Pre-eklamsia dibagi dibagi dalam golongan ringan dan berat. Penyakit digolongkan berat bila satu atau lebih tanda/gejala di bawah ini di temukan
  1. Tekanan sistolik 160 mmHg atau lebih, atau tekanan diastolik 110 mmHg atau lebih.
  2. Proteinuria 5gr atau lebih dalam 24 jam: 3 atau 4+ pada pemeriksaan kualitatif.
  3. Oligoria, air kencing 400 ml atau kurang dalam 24 jam.
  4. Keluhan serebral, gangguan penglihatan atau nyeri didaerah epigasrium.
  5. Edema paru-paru atau sianosis (Wiknjosastro, 2007:282)
Sering tidak diketahui atau tidak diperhatikan oleh wanita yang bersangkutan, sehingga tanpa disadari dalam waktu singkat dapat timbul pre-eklampsia ringa, pre-eklamsi berat bahkan eklampsia. Oleh karena itu, pemeriksaan antenatal yang teratur dan secara rutin sangat penting guna mencari tanda-tanda pre-eklampsia dalam usaha pencegahan pre-eklampsia berat dan eklampsia.

B.       Tujuan
Adapun tujuan dalam penulisaan makalah ini, adalah sebagai berikut:
1.    Untuk mengetahui pengertian Pre Eklampsia
2.    Untuk mengetahui tanda gejala Pre Eklampsia
3.    Untuk mengetahui penyebab Pre Eklampsia
4.    Untuk mengetahui penatalaksanaan / asuhan yang diberikan pada penderita Pre Eklampsia



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian
Pre-eklampsia sering juga disebut toxemia atau keracunan, yaitu kondisi ibu hamil yang ditandai dengan tekanan darah yang tiba-tiba meningkat disertai kadar protein tinggi didalam urinnya. Terjadi pembengkakan akibat timbunan cairan pada kaki, tungkai dan tangannya yang sulit hilang, wajahnya sembab. Penyebabnya yang tepat belum diketahui secara jelas. Namun hal ini dapat mengancam nyawa ibu dan bayinya.
Menurut Spesialis Obstetri dan Ginekologi, RSPAD Gatot Subroto, Dr. Judi Januadi Endjun, SpOG, Pre-eklamsia adalah keracunan pada masa kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah yang tinggi, proteinuria yakni adanya protein dalam urin serta edema atau pembengkakan setelah kehamilan berusia 20 minggu.
Pre eklampsia adalah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi, proteinuria dan edema yang timbul karena ke hamilan. Penyakit ini umumnya terjadi dalam triwulan ke 3 pada kehamilan, tetapi dapat terjadi sebelumnya misalnya pada mola hidatidosa (prawirohardjo 2005).
Pre eklampsia adalah kumpulan gejala yang timbul pada ibu hamil, bersalin dan dalam masa nifas yang terdiri dari trias yaitu hipertensi, proteinuria dan edema yang kadang-kadang di sertai konvulusi sampai koma, ibu tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda kelainan vascular atau hipertensi sebelumnya (muchtar, 1998)

B.     Tanda dan Gejala
Biasanya tanda-tanda pre-eklampsia timbul dalam urutan: pertumbuhan berat badan yang berlebihan, diikuti oedema, hipertensi, dan akirnya proteinuria. Pada umumnya diagnosis pre-eklampsia didasarkan adanya dan dari trias tanda utama:
·        Pre eklamsi
1.      Sistolik 140 mmHg atau lebih/kenaikan 30 mmHg di atas tekanan yang biasa , tetapi tidak lebih dari 160 mmHg.
Diastolic 90 mmHg atau lebih/kenaikan 30 mmHg di atas tekanan yang biasa, tetapi tidak lebih dari 110 mmHg.
Tekanan darah yang meninggi ini, sekurang-kurangnya diukur 2 kali dalam selang waktu 6 jam.
2.      Proteinuria lebih dari 0,3 gr/L dalam urine 24 jam /lebih dan 1 gr/L pada urine yang sembarangan.
Proteinuria ini harus ada pada 2 hari berturut-turut/lebih. Proteinuria pre-eklampsia ringan – proteinuria 1+.
3.      Oedema pada umur kehamilan > 20 minggu pada daerah libis, tungkai dan muka.
Sedangkan kenaikan berat badan > 500 gr/minggu, 2000 gr/bulan, atau 13 kg selama masa kehamilan.
Jika dari hasil pemeriksaan ditemukan hasil yang melebihi dari kenaikan berat badan > 500 gr/minggu, 2000 gr/bulan, atau 13 kg selama masa kehamilan dalam pre-eklampsia ringan serta timbul komplikasi-komplikasi lain, maka gejala dan tanda tersebut telah memasuki tahap pre-eklampsia berat dengan tanda dan gejala seperti oliguria < 400ml/jam, koma, trombosit < 100.000, leterus, perdarahan retina dan beberapa keluhan subjektif lain, di antaranya adalah :
a)      Nyeri epigastrium
b)      Gangguan penglihatan, matanya kabur (diplopia)
c)      Nyeri kepala hebat terutama di daerah frontalis
d)     Edema paru dan sianosis/sesak nafas
e)      Gangguan kesadaran
f)       Terdapat mual dan muntah
g)      Hiperrefleksia/kejang serta koma
(Wiknjosastro, 2007:287-288)

C.     Gejala dan Tanda
  1. Nyeri kepala hebat pada bagian depan atau belakang kepala yang diikuti dengan peningkatan tekanan darah yang abnormal. Sakit kepala tersebut terus menerus dan tidak berkurang dengan pemberian aspirin atau obat sakit kepala lain.
  2. Gangguan penglihatan à pasien akan melihat kilatan-kilatan cahaya, pandangan kabur, dan terkadang bisa terjadi kebutaan sementara.
  3. Iritabel à ibu merasa gelisah dan tidak bisa bertoleransi dengan suara berisik atau gangguan lainnya.
  4. Nyeri perut nyeri pada bagian ulu hati yang kadang disertai dengan muntah.
  5. Tanda-tanda umum pre eklampsia (hipertensi, edema, dan proteinuria).
  6. Kejang-kejang dan / atau koma

D.    Penyebab
Penyebab pre-eklampsia belum diketahui secara jelas. Penyakit ini dianggap sebagai "maladaptation syndrome" akibat penyempitan pembuluh darah secara umum yang mengakibatkan iskemia plasenta (ari – ari) sehingga berakibat kurangnya pasokan darah yang membawa nutrisi ke janin.
Proteinuria pre-eklampsia terdapat konsentrasi protein dalam air kencing yg melebihi 0,3 g/liter dan air kencing 400 ml atau kurang dalam sehari. Secara kasar artinya, tandanya air kencing ibu penderita sedikit banget dalam sehari. Sampai saat ini belum diketemukan secara pasti penyebab dari pre-eklampsia.
Ø  Faktor Risiko :
1.      Kehamilan pertama
2.      Riwayat keluarga dengan pre-eklampsia atau eklampsia
3.      Pre-eklampsia pada kehamilan sebelumnya
4.      Ibu hamil dengan usia kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun
5.      Wanita dengan gangguan fungsi organ (diabetes, penyakit ginjal, migraine, dan tekanan darah tinggi)
6.      Kehamilan kembar.
Ø  Deteksi dini :
1.      Menyaring semua kehamilan primigravida (kehamilan pertama), ibu menikah dan langsung hamil, dan semua ibu hamil dengan risiko tinggi terhadap pre-eklampsia dan eklampsia
2.      Pemeriksaan kehamilan secara teratur sejak awal triwulan satu kehamilan

E.     Penatalaksanaan
Prinsip penatalaksanaan pre-eklampsia :
1.      Melindungi ibu dari efek peningkatan tekanan darah
2.      Mencegah progresifitas penyakit menjadi eklampsia
3.      Mengatasi atau menurunkan risiko janin (solusio plasenta, pertumbuhan janin terhambat, hipoksia sampai kematian janin)
4.      Melahirkan janin dengan cara yang paling aman dan cepat sesegera mungkin setelah matur, atau imatur jika diketahui bahwa risiko janin atau ibu akan lebih berat jika persalinan ditunda lebih lama.
Eklampsia adalah kelainan akut pada wanita hamil, dalam persalinan atau nifas, yang ditandai dengan timbulnya kejang dan / atau koma. Sebelumnya wanita hamil itu menunjukkan gejala-gejala pre-eklampsia (kejang-kejang dipastikan BUKAN timbul akibat kelainan neurologik lain).
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala pre-eklampsia disertai kejang dan atau koma. Tujuan pengobatan : Menghentikan / mencegah kejang, mempertahankan fungsi organ vital, koreksi hipoksia / asidosis, kendalikan tekanan darah sampai batas aman, pengakhiran kehamilan, serta mencegah / mengatasi penyulit, khususnya krisis hipertensi, sebagai penunjang untuk mencapai stabilisasi keadaan ibu seoptimal mungkin.



BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan yang telah dipaparkan sebelumnya, maka kesimpulan yang dapat dikemukakan dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
Pre-eklampsia sering juga disebut toxemia atau keracunan, yaitu kondisi ibu hamil yang ditandai dengan tekanan darah yang tiba-tiba meningkat disertai kadar protein tinggi didalam urinnya. Terjadi pembengkakan akibat timbunan cairan pada kaki, tungkai dan tangannya yang sulit hilang, wajahnya sembab.
Biasanya tanda-tanda pre-eklampsia timbul dalam urutan: pertumbuhan berat badan yang berlebihan, diikuti oedema, hipertensi, dan akirnya proteinuria.
Penyebab pre-eklampsia belum diketahui secara jelas. Penyakit ini dianggap sebagai "maladaptation syndrome" akibat penyempitan pembuluh darah secara umum yang mengakibatkan iskemia plasenta (ari – ari) sehingga berakibat kurangnya pasokan darah yang membawa nutrisi ke janin.
Proteinuria pre-eklampsia terdapat konsentrasi protein dalam air kencing yg melebihi 0,3 g/liter dan air kencing 400 ml atau kurang dalam sehari. Secara kasar artinya, tandanya air kencing ibu penderita sedikit banget dalam sehari. Sampai saat ini belum diketemukan secara pasti penyebab dari pre-eklampsia.



DAFTAR PUSTAKA


0 komentar:

Poskan Komentar